ZoyaPatel

Mobil Listrik China Kuasai Indonesia, Bagaimana Di Negara Lain?

Mumbai



UPBERITA.COM -  
Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) menyoroti dominasi besar produk asal China dalam industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Situasi serupa juga terjadi di negara tetangga seperti Thailand, yang menghadapi dampak signifikan akibat masuknya merek-merek China.

Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan ITB, Agus Purwadi, memaparkan bahwa mayoritas produk elektrifikasi yang beredar di Indonesia berasal dari China, dengan porsi mencapai lebih dari 60 persen. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah merek mobil China yang hadir di pasar domestik, di mana hampir seluruhnya fokus pada penjualan mobil listrik.

Fenomena "kanibalisme" oleh merek China tidak hanya terjadi di Indonesia. Thailand dilaporkan mengalami kondisi serupa, di mana sekitar 80 persen mobil listrik di negara tersebut berasal dari China. Dampaknya terasa pada industri otomotif Thailand, dengan beberapa pabrik mobil Jepang seperti Subaru, Honda, dan Suzuki yang terpaksa ditutup.

Agus menjelaskan bahwa Thailand kini menghadapi penurunan pertumbuhan industri otomotifnya karena persaingan ketat yang menggerus pasar produk lokal, meskipun ada penambahan merek baru. "Banyak pabrik-pabrik yang mulai tutup sehingga Thailand growth-nya juga decay. Kenapa? Karena dia dikanibal walaupun direduksi oleh yang harusnya produk baru. Menambah (merek) tapi ini adalah mengkanibal atau mereduksi," ujar Agus.

Peluang Industri Lokal di Tengah Dominasi China

Berbeda dengan Indonesia dan Thailand, negara seperti India dan Vietnam dinilai berhasil memanfaatkan momentum elektrifikasi dengan membangun basis industri lokal yang kuat. Agus menyebut bahwa kedua negara ini memiliki "ijonya gede" yang mengindikasikan keterlibatan produksi lokal, baik dari merek domestik, merek China yang diproduksi lokal, maupun produksi lokal lainnya.

"Jadi basis lokalnya paling tidak ada. Kalau yang lain praktis basis market saja. Kalau yang ini ada basis lokal industri yang mulai ada. Baik dia domestic brand, Chinese locally produce, maupun other local production," jelasnya. Keberhasilan India dan Vietnam ini disebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang terukur dan konsisten dalam mendorong industri dalam negeri.

Agus menambahkan, Malaysia juga memiliki posisi yang sedikit lebih baik dibandingkan Indonesia dalam hal porsi pasar, meskipun tetap didominasi oleh produk China. Proyeksi global terbaru menunjukkan bahwa dominasi China dalam industri elektrifikasi diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2035, diikuti oleh negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat. Sementara itu, negara berkembang seperti Indonesia diprediksi akan terus tumbuh namun belum mampu menyaingi dominasi tersebut.


Ahmedabad